7:35 PM
0
My Journey comes to BUMN Career day 2013…

Perjalanan ini saya mulai saat saya masih di Kantor Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, yak karena sejak Oktober lalu saya sedang magang di PGE Area Kamojang dan melakukan riset tentang pengolahan data micro earthquake (MEQ) atau passive seismic. Riset saya terutama untuk imaging kondisi subsurface (bawah permukaan bumi) dengan data MEQ pada lapangan Geothermal Kamojang, meski metode yang sama juga bisa digunakan di sektor minyak bumi, gas, serta mineral lain.

Hari itu Rabu 4 Desember 2013, saya ke kantor seperti biasanya berangkat pukul 06.00 dari rumah manager saya bidang Engineering and Reservoir di Komplek perumahan PERTAMINA Geothermal Energy. Manager saya saat ini adalah Bapak Hary Koestono, beliau adalah orang yang sangat baik dan mengerti terhadap bawahannya, sangat menguasai geothermal konsep terutama dari sudut pandang Geology dan prestasinya di Pertamina mengantarkan beliau menjadi Manajer di PGE dalam usia yang cukup muda. Bersama sang driver pak Ujang Empot (julukannya) kami tiba di kantor PGE area Kamojang pukul 06.50 WIB (padalah jam masuknya 07.15 WIB). Sebuah kebiasaan yang sangat baik bagi seorang manajer sebuah tim, selalu datang jauh lebih awal dibandingkan anggota tim (karyawan) yang lain. Sesampainya di kantor kami segera menyantap sarapan yang kami beli di perjalanan menuju PGE area Kamojang tadi, sebungkus nasi kuning lengkap dengan kerupuk, irisan telur dadar, kacang dan kering tempe cukup mengganjal perut kami di pagi hari.

Selepas sarapan saya segera kembali ke ruangan saya untuk melanjutkan pekerjaan. Sekedar tahu ruangan saya adalah sebuah mushola di lantai dua gedung laboratorium PGE Area Kamojang. Sebenarnya saya bisa menempati meeting room di samping mushola itu, namun setiap hari kecuali Jumat diadakan safety meeting di sana dari pukul 08.00 - 09.00 WIB. Sehingga saya baru 'pindah lapak' ke meeting room setelah safety meeting rutin selesai.

Hari itu masih sama seperti hari-hari sebelumnya, saya mengerjakan data micro earthquake (MEQ) sebagai bahan dasar riset saya. Saya mengerjakan data MEQ sejak dari data mentah yang di dapat dari stasiun (geophone) yang disebar di sekitar PGE area Kamojang yang ber-ekstensi .cd11. Dari data mentah itu saya mengolahnya dengan beberapa software antara lain SMART Offline, SMART Associate, SMART Quake, dan terakhir melakukan picking gelombang P/S (body waves) dengan SeisPlus. Setelah itu hasil picking bisa di plot/diolah lebih lanjut dengan berbagai software antara lain, hypoDD, Hypo71, surfer, PETREL, Google Earth, dan lainnya sesuai kebutuhan pemrograman.

Di tengah saya mengerjakan data MEQ, pak Tondo Wicaksono (Ahli Geosains PGE Area Kamojang, Geologist) meminta bantuan saya untuk membaca 'cerpen' mengenai laporan akhir pengeboran semua sumur Kamojang guna belajar mengenai konsep geothermal drilling dan menghitung penggunaan mud (lumpur) dalam semua pengeboran di Kamojang. Pada kesempatan ini saya meminta bantuan juga kepada mbak Tya dan Didi (Mahasiswa Geofisika UGM) untuk ikut juga membaca 'cerpen' yang berjumlah 74 judul itu.

Membaca, mengerjakan data MEQ, bermain tenis meja dan dijeda dengan sholat berjamaah dhuhur dan ashar di masjid Al Kautsar Kamojang hingga waktu menunjukkan pukul 15.45 WIB. Yak,jam ini menunjukkan kami harus segera berkemas dan meninggalkan kantor PGE area Kamojang untuk kembali ke peraduan masing-masing.

Sore itu saya tidak ikut pulang ke rumah dinas pak Hary (manajer Engineering and reservoir) di komplek pertamina geothermal energy di jalan Pembangunan, Garut. Hal ini karena saya ingin berangkat ke BUMN Career day 2013 si Istora Senayan besok habis shubuh (kamis 5 Desember 2013). Untuk itu saya ikut rombongan pekarya (Out Sourching) Pak Jujun (operator XRD, sejak 1997), Pak Agus (HSE sejak 1982), Abah Adung (Workshop sejak 1979), Pak Anda (TOPO sejak 1982), dan Pak Teten (operator MEQ sejak 1997). Biasanya  di rombongan ini ada Bu Dewi (HSE sejak 1997), dan pak Edy (Angkutan Berat sejak 1985), namun hari itu bu Dewi sedang ada acara Proper ISO di Garut dan pak Edy sedang tugas di lapangan PGE area Karaha. Seperti biasa kami bercanda dan berbincang sepanjang perjalanan sampai satu persatu turun dari mobil karena telah sampai di rumah masing-masing. Saya pun bersama pak Teten menjadi penumpang terakhir yang turun di depan gang dekat simpang lima Garut, gang rumah pak Teten. Ya, karena demi berangkat ke BUMN Career day 2013 ke Senayan Jakarta, saya perlu tidur di rumah pak Teten untuk besoknya naik bis dari Garut ke Jakarta setelah sholat shubuh.

Sesampainya di rumah Pak Teten, saya di sambut hangat oleh istri dan kedua anak Pak Teten. Karena masih sore, saya memilih bermain bola bersama kedua putra Pak Teten, Ravip dan Hakim. Kami bermain bola hingga hari mulai gelap menjelang maghrib.

Lepas sholat maghrib berjamaah di masjid dekat rumah pak Teten, saya dan pak Teten berangkat ke Gedung Olah Raga (GOR) di dekat simpang lima (tepatnya di samping pesantren/sekolah PERSIS). Di sana berlangsung kompetisi bulutangkis antar pekarya dalam rangka serangkaian acara Dies Natalies Pertamina yang jatuh 10 Desember nanti. Sesampainya di GOR kami segera bersiap dan melakukan pemanasan. Bermain 'tembak - tembakan' (istilah orang sini) bersama pak Teten cukup melemaskan dan memanaskan otot tangan dan kaki saya. Hingga di tengah bermain terdengar gema adzan isya' di GOR itu. Sontak saya terheran, baru pertama kali saya tahu ada tempat sholat di GOR dan dikumandangkan adzan, secara serempak juga semua orang di GOR berhenti bermain dan mendengar adzan dengan khidmat. Sebagian ada yang segera ke mushola untuk sholat, sebagian ada yang melanjutkan bermain setelah adzan usai. Saya pun segera memenuhi panggilan mulia itu dan melaksanakan sholat isya' berjamaah di mushola yang tak begitu luas itu.

Setelah selesai sholat isya pertandingan bulutangkis antar pekarya pun dimulai. Dengan dua lapangan (diantara tiga) dan simtem ganda (berpasangan) setiap pekarya dengan semangat dan antusias bermain. Sistem pemilihan pasangan dan lawan tanding cukup unik menurut saya, karena semua diserahkan ke panitia dan tidak ada yang keberatan atau protes (seperti pemilu yang ada di negeri ini yang selalu protes jika hasil tidak sesuai harapan calon, hahaha). Semua  tim bertanding dengan semangat dan kerja keras demi meraih juara dan hadiah yang menanti mereka. Pertandingan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB sampai di babak final, dan saya pun pulang bersama pak Teten.

Sesampainya di rumah segera kami bersih diri dan beristirahat. Malam itu saya tidur di ruang pasien hehehe. Karena istri pak Teten adalah seorang bidan dan ada klinik bersalin di rumah. Sebelum tidur saya sempatkan membaca beberapa tulisan mengenai MEQ dan mengerjakan data riset saya.

Pagi pun tiba, adzan shubuh berkumandang dan saya sholat shubuh.

Setelah sholat segera saya bersih diri dan bersiap berangkat menuju BUMN Career day 2013. Di saat saya berkemas, begitu baiknya pak Teten yang ternyata telah memasak mie untuk saya sarapan (padahal saya tidak meminta, bahkan sudah berpesan jangan repot kalau saya di rumah pak Teten). Segera saya santap mie instan yang sudah dihidangkan pak Teten. Jam menunjukkan pukul 04.50 WIB dan sayapun berangkat.

Di depan gang rumah pak Teten saya naik angkutan kota (angkot) arah Cipanas berwarna Coklat menuju alun alun Taronggong. Perjalanan sekitar lima menit dengan ongkos Rp 2.500,00 saya sampai di alun alun Taronggong untuk kemudian berpindah ke bis menuju Jakarta. Sekitar 20 menit menunggu akhirnya armada Primajasa trayek Garut-Lebak Bulus tiba dan saya pun naik armada itu. Dengan ongkos Rp 42.000,00 dan perjalanan sekitar 4 jam saya berangkat dari Garut ke Jakarta mengejar BUMN Career Day 2013. Perjalanan kali ini menjadi unik bagi saya, karena sepanjang perjalanan bis yang saya tumpangi menggunakan jalur TOL. Karena meski di Jawa Timur saya sering naik bis, tidak pernah tahu bis yang saya tumpangi lewat jalur TOL. Pemandangan sepanjang TOL cukup menyegarkan karena di kanan kirinya terlihat pemandangan pegunungan dan sawah yang sangat asri.

Pukul 09.40 WIB saya tiba di perempatan Cilandak (Trakindo). Ya saya harus turun di sana dulu, karena saya harus berkumpul bersama kawan-kawan saya dari Surabaya di rumah @nonapulsa Nadia Sanggra Puspita di depan Cilandak Mall, tepatnya di gang Lihun. Dengan menumpang angkot 61 ongkos Rp 2.000,00 saya sampai di depan gang Lihun dan @nonapulsa pun menjemput saya.

Sesampainya di rumah @nonapulsa ternyata kawan-kawan saya juga sedang bersiap, Dadang H Mustofa (Dadang), Muhammad Hasan, Mirza M (Meme), Nita, Winny Edika Putri (Winny), dan Ima. Segera kami bersih diri dan bersiap menuju BUMN Career Day 2013. Di saat yang lain bersiap saya dan Dadang keluar sebentar mencari masjid untuk sholat dan membeli beberapa perlengkapan. Setelah shopping bersama Dadang di Cilandak Mall, saya sempatkan singgah ke Potong rambut Wahyu (rambut mulai godrong bro hahaha). Yang unik di pangkas rambut ini, setelah selesai di potong, saya dipijat, di lap dengan kain hangat (seger bener habis cukur hahaha).

Jam menunjukkan pukul 11.00 WIB dan kami pun berangkat ke BUMN Career day 2013. Dengan memanfaatkan Trans Jakarta cukup ongkos Rp 3.500,00 kami berangkat dari shelter Dukuh Atas Ragunan di samping kebun Binatang Ragunan. Sepanjang perjalanan, saat melintasi gedung Kementrian Kesehatan RI saya sempat melihat ada demonstrasi dari kawan-kawan FPI di depan kantor KemenKes RI itu, mungkin masih di sekitar #Kondomisasi Pekan Kondom Nasional yang menggemparkan beberapa hari ini. Saya juga sempat melihat masih ada beberapa kendaraan (mobil dan motor) yang berani menerobos jalur Trans Jakarta meski sanksi denda minimal Rp 500.000,00 sudah mulai diterapkan. Silih berganti Trans Jakarta, sampailah kami di Shelter Mapolda. Turun dari Trans Jakarta kami berjalan menuju Istora Senayan yang ada di seberang jalan.

Tiba di depan Istora Senayan kami sangat terkesima dengan ramainya area Istora Senayan hari itu, yah karena juga sedang berlansung Jakarta Clothing Festival di parkiran Timur Senayan, sedang BUMN Career Day 2013 di gedung GOR Istora Senayan.

Segera kami menuju pintu masuk BUMN Career Day 2013 yang telah dipadati ribuan para job seeker yang sudah menyemut. Para calon peserta BUMN Career day 2013 dibagi dalam beberapa gate, kalau tidak salah gate 1 untuk yang sudah mengisi data online dan membayar, tinggal verifikasi, gate 2 untuk untuk yang bermasalah, baik belum membayar, maupun belum isi data.

Cukup mencengangkan antrian di gate 1 jauuuuhhhh lebih panjang dari gate 2. Al hasil banyak yang dari peserta yang tidak sabar mengantri di Gate 1 pindah ke gate 2 meski mereka harus bayar ulang demi lebih cepat masuk. Betapa beruntungnya saya dan @nonpulsa yang mendapat gate 2 dan agak sepi antrian. Akhirnya dengan membayar Rp 40.000,00 saya dan @nonapulsa menjadi yang pertama masuk diantara rombongan kami. Ya, akhirnya kami berpisah masing-masing.

Di dalam Istora Senayan, begitu padat ribuan job seeker yang berjuang mengadu nasib di BUMN Career Day 2013. Cukup disayangkan ada beberapa hal yang tidak sesuai di BUMN Career Day 2013 kali ini. Setelah saya berkeliling ke semua stand BUMN ternyata tidak semua BUMN yang dipasang di website.bumncareerday.com hadir. Sekitar 34 dari total 64 yang dipasang di wwebsite hadir di hari itu. Saya juga sempat bertanya di beberapa stan, Pertamina, Adhi Karya, Waskita, BKI, Angkasa Pura, Wika. Namun sayang tidak ada yang membuka lowongan untuk bidang Fisika, Geofisika, Geosains. Pada kesempatan kali itu saya sempat berbincang dengan beberapa orang yang tidak saya kenal. Menurut mereka, cukup disayangkan BUMN Career Day 2013 ini, informasi di website tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Contoh saja dari jumlah BUMN yang hadir dan membuka stan/lowongan jumlahnya sangat tidak sesuai, banyak perusahaan incaran yang ternyata tidak hadir, seperti PLN, ANTAM, Semen Indonesia, dll, Pertamina yang di website menyebutkan membuka lowongan untuk beberap bidang ternyata hanya membuka untuk pro hire (pengalaman minimal 4 tahun). Juga tidak seperti Job Fair yang lain, biasanya perusahaan benar-benar melakukan seleksi dan memilih kandidat karyawan dengan berbagai tahap. Pada BUMN Career Day 2013 ini banyak yang hanya sekedar drop Curriculum Vitae (CV), bahkan beberapa menyebutkan bahwa CV itu akan masuk ke database perusahaan tahun depan, dan sebagainya. Wah sama saja berarti kalau masuk databasenya tahun depan, katanya sambil agak kesal.

Suasana di Istora siang itu sangat penuh sesak dan rawan kehilangan. Karena para job seeker berdesakan beberapa kehilangan barang berharga seperti mobile phone (HP) dan lainnya selama acara. Mushola di dekat gate B5 Istora juga penuh sesak, dan memaksa para job seeker untuk segera bergantian untuk menggunakannya. Beberapa perusahaan yang membuka stand ada yang memberi keterangan jelas dengan memasang x-banner (stand banner) mengenai kualifikasi job seeker yang mereka terima, ada juga yang sekedar lisan dengan menjawab pertanyaan. Ada beberapa perusahaan yang drop CV hard copy, ada juga yang sekedar diberi alamat untuk nantinya di upload CV dan lamarannya ke perusahaan melaluai alamat yang ditunjuk.

Karena Pertamina yang menjadi tujuan utama saya ternyata tidak membuka lowongan untuk fresh graduate. Akhirnya saya memutuskan untuk berkeliling ke semua stand dan memfoto masing-masing hehehe, minimal dapat bahan tulisan ini daripada tidak dapat apa-apa.

Maaf ada beberapa yang kurang jelas, maklum cuma pakai HP dan sambil berdesakan.

 

  

 
 

 
 
 

 

 
 

  

 
 

 
 

 
 

 
 

 
 


 

 
 

 
 

 
 
  
 

  
  
 
 
 

 

 

 


Setelah selesai dan capek berkeliling dan berdesakan di BUMN Career Day 2013 sayapun segera keluar. Betapa terkejutnya saya ternyata gelang sebagai identitas masuk harus disita di pintu keluar. Kata seseorang di dekat saya saat di pintu keluar,'Kere bener nih acara, udah bayar Rp 40.000,00 berdesakan keluar pake disita nih gelang." Setelah saya perkirakan uang yang diterima penyelenggara BUMN Career Day 2013 ini menembus lebih dari tiga milyar rupiah. Dihitung kasar saja, ada lebih dari 71.000 jobseeker yang sudah membayar sebelum hari H. Misal ada 71.000 juga yang membayar on the spot (OTS), belum lagi kawan-kawan yang tidak sabar mengantre di gate 1 untuk yang sudah membayar, akan memilih membayar ulang dan ikut gate 2.

Setelah keluar istora Senayan saya segera berkumpul dengan rombongan kawan-kawan saya yang sempat berpisah di awal masuk kami.  Dengan menyantap siomay seharga Rp 8.000,00 kami saling menunggu. Setelah jelas posisi masing-masing kami, kami menuju mushola di dekat pintu masuk kawasan senayan dekat parkir timur untuk juga sholat ashar.

Setelah sholat dan rombongan kami lengkap, kami segera pulang ke rumah @nonapulsa dengan Trans Jakarta. Suasana Trans Jakarta di sore hari benar-benar berbeda dengan pagi tadi. Jam pulang kerja begitu membuat padat busway sore itu, sampai berdesakan sambil berdiri pula para penumpangnya. Silih berganti Trans Jakarta, akhirnya kami turun di salah satu shelter untuk berpindah dengan angkot 61 menuju Cilandak Mall.

Pukul 17.30 WIB kami tiba di rumah @nonapulsa. Saat kami tiba di rumah nona pulsa, rombongan tidak seperti awal kami berangkat. Dadang harus berangkat mengejar kereta menuju Jogja, sehingga kami berpisah di Senayan dan dia naik Ojek dengan tarif sekitar Rp 40.000,00 menuju stasiun pasar Senen. Meme dan Nita juga berpisah dengan kami di Trans Jakarta karena mereka ingin ke stasiun untuk membeli tiket kembali ke Surabaya. Akhirnya hanya saya, Nadia,Winny, Hasan, Ima, yang tiba di rumah @nonapulsa sore itu.

Adzan maghrib berkumandang, kamipun segera sholat. Selepas sholat saya, Winny, dan Ima pamit meninggalkan rumah @nonapulsa. Saya harus kembali ke Garut untuk melanjutkan pekerjaan di PGE Area Kamojang, Ima ke rumah kakaknya di Pluit, dan Winny ke rumah tantenya di PIM. Karena kakak Ima menjemput di Cilandak Mall, kami bertigapun numpang mobil beliau. Bersama kakak Ima yang alumni Teknik Industri ITB angkatan 2000 ini kami berangkat ke tujuan masing-masing. Saya turun duluan di perempatan Cilandak dekat Trakindo untuk beralih Kopaja P20 menuju terminal lebak bulus. Ada alasan khusus kenapa saya memilih P20. Karena Kopaja/angkot yang lewat TOL hanya P20 menuju lebak bulus, dengan ongkos Rp 5.000,00 saya sampai cukup 15 menit ke terminal lebak bulus. Sampai di terminal lebak bulus, saya segera menuju bis Primajasa trayek Lebak Bulus-Garut dengan sebelumnya membayar peron ke petugas dinas perhubungan Rp 1.000,00. Karena bis masih sepi penumpang, terpaksa saya menunggu sambil menikmati lontong (kalau di Jawa Timur kami menyebut 'arem-arem'), nasi dengan kering tempe yang dibungkus daun pisang (Rp 1.000,00/bungkus), dan tahu sumedang lengkap dengan cabe hijau (Rp 500,00/tahu).

Penumpang mulai ramai dan kamipun berangkat menuju Garut dengan tarif Rp 42.000,00. Selama perjalanan saya tidur karena cukup capek di BUMN Career Day 2013 tadi. Sesampainya di terminal garut pukul 00.12 WIB saya dihampiri tukang ojek. Pertama beliau memberi harga Rp 20.000,00 untuk tujuan simpang lima. Saya tawar Rp 10.000,00 dan beliau menjawab, 'saya ambil'. Dan sayapun ikut tukang ojek itu. Sesampainya di gang depan Rumah Pak Teten sekitar lima menit perjalan saya beri Rp 10.000,00. Eh si mang Ojek gak mau, saling adu argumenpun terjadi dan karena saya juga udah capek, itung-itung  menjadi wasilah rizky beliau akhirnya saya beri Rp 16.000,00. Alhamdulullah Pak Teten sangat baik dan berkenan saya singgahi di tengah malam itu. Segera saya bersih diri, sholat dan istirahat ^_^

Kesimpulan saya untuk Anda yang masih ingin ke BUMN Career Day dengan penyelenggara yang sama
  • 1.       Siapkan Hard Copy untuk beberapa perusahaan yang sekedar drop CV, transkrip nilai, copy ijazah, surat lamaran dan lainnya sekiranya diperlukan
  • 2.       Siapkan mental agar anda sabar dan ikhlas melihat kenyataan BUMN Career Day (Job Fair lainnya)
  • 3.       Siapkan fisik yang prima, karena anda akan berdesakan dan sangat capek
  • 4.       Bawa bekal makan dan minum secukupnya
  • 5.       Berhati-hatilah terhadap barang berharga anda
  • 6.       Sholat dan berdoalah dengan khusyuk meski di keramaian untuk kesuksesan anda
  • 7.       Hubungi petugas, panitia di sekitar jika ada yang ingin ditanyakan
  • 8.       Ada banyak penjual makanan dan minuman di luar Istora Senayan, namun jangan tanya harga, karena bertepatan dengan momen orang ramai, harga akan lebih mahal
  • 9.       Ada mushola kecil di dalam Istora Senayan dekat B5
  • 10.   Ada mushola kecil di dekat parkiran timur
  • 11.   Ada ATM Center dekat gerbang parkiran timur, BRI, BNI, Mandiri, BCA, dll


Semoga tulisan ini bermanfaat, silahkan dibaca dan disebar jika berkenan.
Pesan terakhir saya untuk para Job Seeker di Job Fair

Tetap jag kesehatan baik fisik maupun psikis. Sabarlah dalam perjuangan, ikhlas terhadap keputusan Alloh, Dan Tetap TERSENYUM dalam setiap langkahmu. Ingat Rizky, Jodoh dan Mati telah ada ketentuannya sejah kita dilahirkan dan telah tertulis di Lawh Mahfudz ^_^

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Recent Post